Menurut dia, manuskrip Sasono Pustoko merupakan bagian penting dari jejak literasi Keraton. Koleksi tersebut sebelumnya tersebar dan dihimpun pada masa Sri Susuhunan Paku Buwono X sekitar 1920.
Sebagian naskah kemudian ditempatkan di Perpustakaan Radya Pustaka pada 1926.
Abdi Dalem Sasono Pustoko, KRAT Supardjo Dwijo Hadi Nagoro, mengatakan manuskrip tersebut menyimpan pengetahuan lintas bidang, termasuk sejarah, agama, filsafat, sastra, kesenian, arsitektur, pengobatan, primbon dan pranata mangsa.
“Banyak peneliti datang untuk mengkaji berbagai hal, seperti ramuan herbal, pranata mangsa untuk pertanian hingga arsitektur bangunan Jawa,” kata Supardjo.
Proyek tidak berhenti pada pemotretan naskah. Tim juga melakukan penyusunan katalog dan metadata, pelatihan teknis, serta konservasi dan reparasi terhadap manuskrip yang rusak.
Editor : Joko Piroso
Artikel Terkait
