Perwakilan Perpusnas, Aris Riyadi, mengatakan hasil digitalisasi akan disimpan di Keraton Surakarta, Perpusnas sebagai mitra lokal, dan British Library.
“Dengan begitu, khazanah literasi peninggalan leluhur ini dapat disebarluaskan dan diakses oleh dunia internasional,” ujar Aris.
Proyek EAP 1830 juga melibatkan mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS). Digitalisasi diharapkan membuka akses lebih luas terhadap manuskrip yang selama ini terbatas, sekaligus menjaga warisan pengetahuan Keraton agar tetap lestari.
Editor : Joko Piroso
Artikel Terkait
