Menurut informasi sementara yang diterimanya, korban disebut baru saja mengambil bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) dari Sragen sebelum kecelakaan terjadi.
Bintoro menjelaskan, berdasarkan informasi awal, sepeda motor Honda Beat Street melaju dari arah utara menuju selatan. Pada saat bersamaan, mobil Daihatsu Pick Up Box bergerak dari arah selatan menuju utara.
Saat kedua kendaraan mendekati lokasi kejadian, sepeda motor diduga oleng ke kanan. Jarak kedua kendaraan yang sudah dekat membuat tabrakan tidak dapat dihindari.
"Setelah dekat TKP diduga pengendara sepeda motor mengantuk kemudian oleng ke kanan. Bersamaan itu melaju kendaraan dari arah selatan. Karena jarak sudah dekat, akhirnya terjadi kecelakaan," jelasnya.
Versi lain yang dihimpun di lokasi menyebut mobil operasional MBG saat itu hendak mengambil wadah makanan atau ompreng dari arah Karangtanjung. Kendaraan kemudian bergerak dari selatan dan hendak menuju arah utara.
Pada saat bersamaan, sepeda motor melaju dari arah berlawanan hingga akhirnya kedua kendaraan terlibat tabrakan.
Warga sekitar bersama perangkat Desa Slogo yang berada di lokasi langsung memberikan pertolongan kepada korban.
Karena mengalami luka pada bagian kaki, korban kemudian dievakuasi menggunakan ambulans Puskesmas Tanon II. Korban selanjutnya dibawa ke RS Karima Utama untuk mendapatkan penanganan medis.
"Tadi langsung kami evakuasi bersama-sama ke ambulans Puskesmas Tanon II agar segera mendapatkan perawatan medis di RS Karima Utama," ujar Bintoro.
Editor : Joko Piroso
Artikel Terkait
