Selain produk yang beredar melalui pasar online, perajin di wilayah Solo Raya juga menghadapi persaingan dari sentra batik di daerah lain, termasuk Pekalongan yang dikenal memiliki beragam produk dengan rentang harga kompetitif.
Meski demikian, Suwanti menilai pasar batik Sragen, khususnya di kawasan Solo Raya, masih memiliki konsumen yang relatif stabil.
Segmen tersebut terutama berasal dari konsumen yang mempertimbangkan kualitas kain, selain harga dan desain. Kondisi itu menjadi peluang bagi perajin Sragen untuk mempertahankan pasar sekaligus mengembangkan motif yang memiliki karakter lokal.
Peringatan Hari Batik Nasional pun menjadi momentum bagi pelaku industri untuk terus mengenalkan ragam motif Sragen, sekaligus menyesuaikan produk dengan perubahan selera dan pola belanja masyarakat.
Editor : Joko Piroso
Artikel Terkait
