Rombongan pertama berasal dari Sanggar Serambi Sukowati, kemudian Sanggar Sangir dari Krikilan, Kecamatan Kalijambe, disusul SMKN 1 Plupuh dan sejumlah pelajar SMP, SMA, serta SMK.
Berbagai komunitas seni juga ikut tampil. Salah satunya kelompok seni dari Desa Manyarejo, Kecamatan Plupuh, yang membawakan Tari Balung Buto.
Salah satu penampilan yang menarik perhatian berasal dari Suku Sangir Krikilan, Kecamatan Kalijambe. Sebanyak 15 anggota kelompok tersebut secara khusus mengikuti karnaval.
Koordinator Suku Sangir Krikilan, Putut Ari Wibowo (43), mengatakan kelompok tersebut berawal dari Kelompok Teater Sangir yang berdiri pada 2019.
Menurut Putut, kelompoknya rutin berdiskusi dan mengembangkan konsep pertunjukan dengan mengedepankan improvisasi.
“Suku Sangir ini berawal dari Kelompok Theater Sangir yang berdiri sejak 2019. Kami hampir setiap hari bertemu untuk berdiskusi. Dalam performance, kami lebih mengedepankan improvisasi,” kata Putut.
Ia mengatakan kelompok seni tersebut terus dikembangkan untuk mendukung Desa Wisata Krikilan. Dalam penampilannya, mereka juga memanfaatkan sejumlah potensi lokal sebagai bagian dari konsep kostum.
Salah satunya penggunaan arang batok yang diperoleh dari industri batok di wilayah Krikilan sebagai bagian dari riasan tubuh.
Editor : Joko Piroso
Artikel Terkait
