Putut mengatakan penggunaan bahan untuk kostum juga mengalami perubahan. Jika sebelumnya pernah menggunakan kulit asli, kini kelompok tersebut menggunakan bahan sintetis karena dinilai lebih praktis dan tidak mudah rusak.
“Dulu pernah pakai kulit beneran tetapi gampang rusak. Sekarang pakai kostum dengan bahan sintetis,” ujarnya.
Kehadiran berbagai komunitas dalam Sragen Batik Heritage Fest 2026 menjadi bagian dari rangkaian kegiatan budaya yang mempertemukan unsur batik, seni pertunjukan, pelajar, dan komunitas masyarakat dalam satu karnaval di pusat Kabupaten Sragen.
Editor : Joko Piroso
Artikel Terkait
