Persoalan tata kelola kampus Univet Bantara yang berada di bawah naungan Yayasan Pembina Pendidikan Perguruan (YPPP) Veteran Sukoharjo sebelumnya menjadi sorotan dalam unjuk rasa damai puluhan mahasiswa pada Senin (31/8/2026) lalu.
Dalam aksi di depan auditorium kampus, mahasiswa menuntut transparansi pengelolaan dana Kuliah Kerja Nyata (KKN), mempertanyakan kuota wisuda, serta mendesak perbaikan fasilitas kampus, termasuk Wi-Fi dan pendingin ruangan.
Presiden Mahasiswa Univet Bantara, Rifais Wita Mandala, menyebut demonstrasi tersebut sebagai forum evaluasi terbuka terhadap kinerja rektorat.
Menanggapi aksi itu, jajaran pimpinan universitas menyambut positif aksi damai dan membuka ruang dialog dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) serta perwakilan mahasiswa.
Meski sama-sama berkaitan dengan tata kelola kampus, belum ada informasi terkonfirmasi yang menghubungkan tuntutan mahasiswa tersebut secara langsung dengan laporan dugaan penyimpangan dana PPG.
Editor : Joko Piroso
Artikel Terkait
