Festival Pendekar Nusantara 2026 di Sragen Libatkan 17 Perguruan Pencak Silat

Joko Piroso
Ribuan pendekar silat PSHT Cabang Sragen Pusat Madiun mengikuti Festival Pendekar Nusantara 2026 di Kabupaten Sragen, bersama 16 perguruan pencak silat lainnya.Foto:iNews/ Joko P

SRAGEN, iNewsSragen.id – Festival Pendekar Nusantara 2026 yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen bersama Forum Komunikasi Pencak Silat Sragen (FKPSS) melibatkan 17 perguruan pencak silat. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, Jumat hingga Minggu (23–25 Oktober 2026), tersebut menghadirkan karnaval, atraksi seni bela diri, pameran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta agenda deklarasi damai.

Ketua Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Sragen Pusat Madiun, Sunanto, menyambut positif penyelenggaraan festival tersebut. Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Sragen karena kegiatan ini memberikan ruang bagi perguruan pencak silat untuk berkumpul dan menampilkan seni bela diri.

Sunanto berharap Festival Pendekar Nusantara tidak berhenti pada penyelenggaraan tahun ini, tetapi dapat menjadi agenda rutin setiap tahun. Menurutnya, kegiatan tersebut berpotensi memperkuat hubungan antarpesilat sekaligus memperkenalkan pencak silat kepada masyarakat.

“Kami berharap festival ini tidak berhenti di sini. Mudah-mudahan setiap tahun bisa diselenggarakan untuk memberi ruang bagi pesilat-pesilat di Kabupaten Sragen,” ujarnya.

Ia menyebut PSHT Cabang Sragen Pusat Madiun memiliki tiga himpunan dan lebih dari 20 ranting di wilayah Kabupaten Sragen. Organisasinya menjadi salah satu bagian dari perguruan yang terlibat dalam festival bersama 16 perguruan lainnya.

Ketua Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Sragen Pusat Madiun, Sunanto.Foto: iNews/ Joko P

Festival Pendekar Nusantara juga dirancang sebagai ruang komunikasi antarkelompok pencak silat. Melalui kegiatan bersama, para peserta diharapkan dapat membangun kebersamaan serta menjaga hubungan baik di tengah keberagaman perguruan.

Selain menampilkan seni bela diri, rangkaian acara turut melibatkan pelaku UMKM melalui stan yang menawarkan atribut pencak silat dan produk lokal. Kehadiran pameran tersebut diharapkan dapat memperkenalkan produk masyarakat kepada peserta dan pengunjung.

Panitia juga berkoordinasi dengan kepolisian serta unsur terkait untuk mendukung keamanan selama kegiatan. Setiap perguruan menyiapkan petugas pengamanan internal atau Pamter guna membantu menjaga ketertiban peserta dan kelancaran rangkaian acara.

Dalam keterangannya, Sunanto memperkirakan jumlah peserta karnaval dari berbagai perguruan mencapai sekitar 6.000 orang. Sementara itu, sekitar 300 pesilat disiapkan untuk mengikuti peragaan jurus serentak yang diarahkan pada upaya pemecahan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

Angka tersebut masih perlu dikonfirmasi kepada panitia penyelenggara. Demikian pula, status pemecahan rekor MURI perlu mengacu pada hasil verifikasi resmi.

Melalui festival ini, Pemkab Sragen dan FKPSS diharapkan dapat memperkuat komunikasi ant perguruan, mendorong pelestarian pencak silat sebagai seni bela diri tradisional, serta membangun kegiatan bersama yang tertib dan damai.

Editor : Joko Piroso

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network