Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : 251 Siswa SD dan SMP di Gemolong Sragen Mual dan Diare Usai Santap MBG
Advertisement . Scroll to see content

Korban Keracunan Massal di Hajatan Pernikahan Sleman Bertambah Jadi 150 Orang

Senin, 10 Februari 2025 | 18:35 WIB
  • author Heru Trijoko
Korban Keracunan Massal di Hajatan Pernikahan Sleman Bertambah Jadi 150 Orang
Suasana posko terpadu kesehatan korban keracunan massal akibat menyantap hidangan hajatan pernikahan di Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta. (Foto: iNews/Heru Trijoko)

SLEMAN, iNewsSragen.id - Jumlah korban keracunan massal setelah menyantap hidangan hajatan pernikahan di Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta, terus bertambah. Hingga Senin (10/2/2025) pagi, total korban mencapai 150 orang, dengan 27 di antaranya harus menjalani perawatan inap di sejumlah rumah sakit terdekat.

Untuk mengantisipasi lonjakan korban, Dinas Kesehatan Sleman bersama instansi terkait mendirikan posko terpadu guna mendata dan melakukan assessment terhadap warga yang terdampak. Berdasarkan data dari posko tersebut, jumlah korban masih terus bertambah seiring dengan banyaknya warga yang datang untuk diperiksa kesehatannya.

Sebagian korban mengalami gejala diare, pusing, dan demam. Beberapa di antaranya harus mendapat infus serta perawatan intensif sebelum akhirnya dirujuk ke rumah sakit. Mobil ambulans disiagakan bersama aparat kepolisian untuk membantu proses evakuasi korban.

Kepala Puskesmas Tempel 1 Sleman, dr. Diana Kusumawati, mengungkapkan bahwa selain di posko dan rumah sakit, beberapa warga juga menjalani perawatan di klinik kesehatan yang berada di dekat lokasi hajatan.

"Sampai pagi ini pukul 09.30 WIB, jumlah korban bertambah menjadi 150 orang. Saat ini ada 27 pasien yang masih menjalani perawatan inap di rumah sakit," ujarnya, Senin (10/2/2025).

Editor: Joko Piroso

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut