Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Festival Batik Pungsari 2025: Warga dan Pengrajin Bangkitkan Sragen sebagai Pusat Batik Solo Raya
Advertisement . Scroll to see content

Soal Limbah B3 yang Cemari Lingkungan di Pungsari Plupuh, Produksi Kain Batik Masih Tetap Berjalan

Rabu, 12 Februari 2025 | 17:11 WIB
  • author Sugiyanto
Soal Limbah B3 yang Cemari Lingkungan di Pungsari Plupuh, Produksi Kain Batik Masih Tetap Berjalan
Limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) yang diduga akibat dari produksi kain batik di Desa Pungsari mengalir di sungai. (Foto: iNews/Sugiyanto).

Kepala Desa Pungsari Suparmin saat dikonfirmasi menyatakan, produsen kain batik yang ada di wilayahnya akan bersedia mengelola limbah dengan baik.

"Pengrajin batik pungsari menyatakan siap menglola limbahnya dengan baik," kata Kades kepada iNews. Rabu (12/2/2025).

Menanggapi aktivitas produksi yang masih tetap berjalan, Suparmin menyebut bahwa Pemerintah desa tidak mempunyai kewenangan untuk mengambil tindakan, alasannya karena masalah limbah ini adalah kewenangan DLH.

Suparmin pun mengaku, dari adanya aktivitas produksi kain batik itu tidak menyumbang pada pendapatan asli desa (PAD).

"Tidak ada pendapatan desa yang bersumber dari pengrajin batik sepeserpun," tegasnya.

Lebih lanjut, Suparmin menjelaskan, untuk pengelolaan limbah ini nantinya para pengrajin akan membuat instalasi pengolahan air limbah (IPAL), dan saat ini tengah berlangsung proses pengajuan perijinan kepada pihak situs purbakala Sangiran.

"Ada yang mau buat IPAL sendiri, ada yg mau memanfaatkan dan mengelola IPAL yang sudah ada dengan benar dan baik. Realisasinya menunggu ijin dari dari purbakala Sangiran," pungkasnya.

Editor: Joko Piroso

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut