Kebakaran Gudang Gas Elpiji di Gatak Saat Hujan Gerimis, Tidak Ada Korban Jiwa
SUKOHARJO,iNewsSragen.id – Kepanikan melanda warga Dukuh Jati, Desa Jati, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo, setelah sebuah gudang penyimpanan gas elpiji dilalap api hebat di tengah hujan gerimis, Sabtu (3/1/2026) malam. Bangunan bekas penggilingan padi yang digunakan untuk menyimpan ratusan tabung elpiji, mayoritas ukuran 3 kilogram, nyaris berubah menjadi titik ledakan berbahaya.
Kobaran api berwarna kemerahan terlihat membumbung tinggi dan dapat disaksikan dari kejauhan. Bahkan, nyala api tampak jelas dari Mapolsek Gatak yang berjarak sekitar dua kilometer dari lokasi kejadian. Kondisi ini membuat warga sekitar berhamburan keluar rumah, khawatir tabung gas meledak sewaktu-waktu.
Kapolsek Gatak, AKP Hadi Sumaryono, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan aparat kepolisian bergerak cepat setelah melihat api membesar meski hujan gerimis masih turun.
“Dari Polsek kami melihat api sudah besar. Kami langsung menuju lokasi dan segera menghubungi pemadam kebakaran,” ujar AKP Hadi.
Proses pemadaman melibatkan tim Pemadam Kebakaran Satpol PP Sukoharjo, BPBD, relawan tanggap bencana, serta petugas PLN yang melakukan pemutusan aliran listrik untuk mencegah risiko kebakaran meluas atau ledakan.
Kebakaran diduga kuat dipicu korsleting listrik. Kapolsek menjelaskan, sejak awal kejadian terlihat percikan api dari bagian atas bangunan sebelum akhirnya membesar dan melahap gudang.
“Penyebab pastinya masih kami dalami, namun dugaan awal karena hubungan arus pendek listrik. Untuk korban jiwa tidak ada,” jelasnya.
Dalam insiden ini gudang dalam kondisi kosong saat kejadian. Meski demikian, potensi bahaya dinilai sangat besar mengingat ratusan tabung elpiji tersimpan di dalam bangunan. Nilai kerugian akibat kebakaran masih dalam pendataan.
Penanggung jawab gudang, Dani (34), mengungkapkan api pertama kali muncul dari bagian atas bangunan. Ia bersama warga sempat berupaya melakukan pemadaman awal sebelum petugas tiba di lokasi.
“Begitu melihat percikan api, kami langsung menghubungi Damkar dan minta bantuan warga sekitar,” katanya.
Komandan Regu Damkar Satpol PP Sukoharjo, Awang, menyampaikan pemadaman dilakukan ekstra hati-hati karena di dalam gudang terdapat tumpukan tabung gas dan aliran listrik belum sepenuhnya terputus pada awal kejadian.
Sebanyak dua unit mobil pemadam dan satu tangki suplai air dari Sukoharjo, dibantu satu unit mobil Damkar Kota Surakarta serta satu tangki suplai air dari PMI Surakarta, dikerahkan untuk menjinakkan api.
“Laporan kami terima pukul 21.49 WIB dan petugas tiba di lokasi pukul 22.14 WIB. Hingga hampir tengah malam, kami masih melakukan pendinginan dan melokalisir api, terutama di sisi barat bangunan,” terang Awang.
Setelah hampir tiga jam penanganan, api berhasil dikendalikan hingga Minggu (4/1/2025) dini hari. Ancaman bahaya dapat dicegah, terlebih lokasi gudang berada di area yang bersebelahan dengan sawah dan jalan desa, relatif jauh dari permukiman padat warga.
Editor : Joko Piroso