Doa di Atas Jalan Rusak: Warga Gilirejo Miri Mendesak Bupati Sragen Segera Turun Tangan
SRAGEN, iNewsSragen.id – Puluhan warga Dusun Gadek RT 07, Desa Gilirejo, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen, menggelar doa bersama dan selametan di atas jalan rusak yang telah mereka keluhkan selama bertahun-tahun, Minggu pagi (4/1/2026).
Aksi ini menjadi bentuk ikhtiar sekaligus jeritan hati warga yang selama hampir satu dekade hidup berdampingan dengan jalan rusak tanpa kepastian perbaikan.
Doa bersama tersebut sengaja digelar tepat di atas ruas jalan yang rusak parah, sebagai simbol harapan agar Pemerintah Kabupaten Sragen segera memberikan perhatian serius. Warga berharap, jalan yang selama ini menjadi sumber ketakutan dan penderitaan itu segera diperbaiki, sehingga tak lagi menimbulkan kecelakaan dan rasa was-was setiap kali dilalui.
Jalan sepanjang kurang lebih 800 meter tersebut merupakan akses utama sekaligus satu-satunya bagi warga Dusun Gadek untuk beraktivitas ke luar wilayah, mulai dari menuju pasar, sekolah, pusat desa, hingga ke pusat Kabupaten Sragen.
Dusun Gadek sendiri merupakan wilayah paling ujung di Desa Gilirejo, berbatasan langsung dengan genangan Waduk Kedungombo, dengan jumlah penduduk sekitar 250 jiwa dari 60 Kepala Keluarga (KK).
Kondisi jalan yang rusak parah itu dinilai sangat membahayakan. Warga mengaku kerap mengalami kecelakaan saat melintas, terutama saat hujan atau malam hari. Berdasarkan catatan warga, dalam kurun waktu satu tahun terakhir sedikitnya 11 orang mengalami jatuh atau kecelakaan akibat kondisi jalan yang tidak layak.
Ketua RT 07 Dusun Gadek, Eko Slamet Riyadi, menegaskan bahwa doa bersama dan selametan tersebut ditujukan agar Bupati Sragen yang baru, Sigit Pamungkas, segera mengambil langkah nyata.
“Kami hanya ingin jalan kami diperbaiki. Dusun kami sudah paling ujung dan terpencil. Karena jalan rusak ini, banyak orang takut melintas. Warga selalu was-was setiap kali keluar rumah,” ujarnya.
Editor : Joko Piroso