Puluhan Tahun Hidup dalam Ancaman Tanah Bergerak, Warga Desa Sambi Waswas
Menurut Kresna, BPBD Kabupaten Sragen telah melakukan asesmen sejak laporan awal muncul pada September 2025. Namun, kerusakan yang terjadi pada Januari 2026 dinilai lebih masif, sehingga Badan Geologi diterjunkan ke lokasi untuk melakukan investigasi lanjutan pada Selasa (4/2).
Sambil menunggu rekomendasi teknis dari Badan Geologi, Pemerintah Desa Sambi menetapkan status siaga. Patroli rutin dilakukan setiap kali hujan lebat, serta koordinasi dengan para ketua RT diperketat.
“Kami mengimbau warga segera mengamankan diri jika hujan deras turun dengan durasi lama. Nomor darurat sudah kami sebar agar respons cepat jika terjadi kondisi darurat,” tegasnya.
Kini, warga Desa Sambi hanya bisa menanti hasil kajian geologi, sembari berharap adanya solusi permanen agar mereka tidak lagi hidup dalam bayang-bayang bencana setiap kali langit Sambirejo menggelap.
Editor : Joko Piroso