get app
inews
Aa Text
Read Next : Kapolres Sukoharjo Warning Warga Soal Modus Kejahatan Jelang Idulfitri

Mahasiswa PMII Turun ke Jalan, Desak Reformasi Polri di Bundaran Tugu Kartasura

Selasa, 24 Februari 2026 | 21:18 WIB
header img
Aksi damai mahasiswa PMII di bundaran Tugu Kartasura, Sukoharjo.Foto:iNewsNanang SN

SUKOHARJO,iNewsSragen.id – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat UIN Raden Mas Said Surakarta menggelar aksi damai di Bundaran Tugu Kartasura, Selasa (24/2/2026) sore. Mereka lantang menuntut reformasi menyeluruh di tubuh Polri, menyusul rentetan kasus dugaan kekerasan yang melibatkan oknum aparat.

Aksi tersebut dipicu dugaan penganiayaan oleh oknum Brimob yang menewaskan Arianto Tawakal (14), siswa MTsN 1 Maluku Tenggara, pada Jumat (20/2/2026). Peristiwa itu menambah daftar panjang kasus yang dinilai mencederai rasa keadilan publik.

Koordinator aksi, Irfan Nurkholis, menegaskan bahwa demonstrasi ini merupakan respons atas berbagai peristiwa yang berulang.

“Kita kembali terluka karena aparat kepolisian lagi-lagi mengulangi kesalahan yang sama. Ini bukan kasus pertama,” tegas Irfan di sela aksi.

Ia menyinggung tragedi di Malang yang dikenal sebagai Tragedi Kanjuruhan, yang menurutnya hingga kini belum sepenuhnya tuntas. Selain itu, ia juga menyebut insiden pada Agustus 2025 yang menyebabkan warga meninggal dunia akibat tindakan aparat, hingga kasus terbaru di Maluku yang korbannya seorang pelajar.

“Berulangnya peristiwa ini membuat kami geram. Reformasi internal Polri tidak bisa ditunda lagi,” ujarnya.

Selain isu kekerasan aparat, massa juga menyoroti dugaan masih adanya kriminalisasi dan tekanan terhadap sejumlah aktivis. Meski demikian, aksi di Kartasura berlangsung damai. Mahasiswa membentangkan spanduk, menyampaikan orasi bergantian, serta membagikan takjil kepada pengguna jalan sebagai simbol gerakan yang santun.

Irfan menegaskan, tuntutan utama mereka adalah pembenahan total dari level bawah hingga pucuk pimpinan institusi. Ia menilai, apapun bentuk struktur kelembagaan kepolisian, di bawah presiden, kementerian, atau independen, tidak akan berdampak jika reformasi internal tak dijalankan serius.

“Intinya, harus ada reformasi menyeluruh. Jika kebijakan negara berpihak pada keadilan rakyat, tentu kami dukung. Tapi pembenahan harus dimulai dari dalam,” tandasnya.

Editor : Joko Piroso

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut