get app
inews
Aa Text
Read Next : Dugaan Investasi Fiktif Air Minum Kemasan di Sragen, Korban Rugi Ratusan Juta

Disporapar Sragen Catat Lonjakan Wisatawan, Program “Paspor” Picu Antusiasme

Senin, 30 Maret 2026 | 18:19 WIB
header img
Pengunjung memadati kawasan Museum Sangiran, Sragen, saat libur Lebaran 2026 yang mencatat peningkatan jumlah wisatawan.Foto: DOK iNews/ Joko P

SRAGEN, iNewsSragen.id - Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Sragen mencatat peningkatan jumlah kunjungan wisatawan selama libur Lebaran 2026. Momentum libur panjang tersebut menjadi salah satu periode strategis dalam mendorong pertumbuhan sektor pariwisata daerah.

Kepala Disporapar Sragen, Drs. I. Yusep Wahyudi, menyampaikan bahwa berdasarkan data sementara, total kunjungan wisatawan selama periode Lebaran mencapai 45.698 orang. Angka tersebut merupakan akumulasi dari kunjungan di berbagai objek wisata yang dikelola pemerintah daerah serta kontribusi dari desa wisata, Senin (30/3/2026).

“Untuk objek wisata yang kami kelola, tercatat sekitar 10.983 pengunjung, terdiri dari wisatawan domestik sebanyak 10.860 orang dan wisatawan mancanegara sebanyak 123 orang,” ujarnya.

Ia menjelaskan, peningkatan tersebut menjadi bahan evaluasi rutin yang dilakukan Disporapar setiap pekan, khususnya pada hari Senin. Evaluasi meliputi pengelolaan destinasi, efektivitas promosi, hingga strategi publikasi untuk meningkatkan daya tarik wisata.

Museum Sangiran masih menjadi destinasi unggulan yang paling banyak dikunjungi wisatawan. Selama sepekan masa libur Lebaran, jumlah pengunjung ke kawasan tersebut mencapai sekitar 5.000 orang.

Selain Sangiran, sejumlah destinasi lain juga mengalami peningkatan kunjungan, di antaranya kawasan wisata religi Gunung Kemukus dan pemandian air panas Bayanan. Kedua lokasi tersebut menjadi alternatif tujuan wisata bagi masyarakat selama libur Lebaran.

Disporapar mengakui bahwa data kunjungan dari objek wisata swasta belum seluruhnya terhimpun. Meski demikian, tren secara umum menunjukkan adanya peningkatan dibandingkan periode sebelumnya.

Menurut Yusep, salah satu faktor yang mendorong peningkatan kunjungan adalah inovasi program promosi, seperti peluncuran “paspor wisata”. Program ini menawarkan konsep kunjungan terintegrasi ke beberapa destinasi dalam satu paket.

“Antusiasme masyarakat cukup tinggi terhadap program ini. Bahkan, pada tahap awal, paspor yang kami cetak langsung habis dan harus dilakukan pencetakan ulang,” jelasnya.

Ke depan, Disporapar berencana mengembangkan konsep wisata terpadu dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk sektor perhotelan. Langkah ini diharapkan dapat mendorong wisatawan untuk tinggal lebih lama di Sragen.

Editor : Joko Piroso

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut