Kejar Peringkat Nasional, Pemkab Sragen Genjot 200 Inovasi untuk IGA 2026
Materi pengarahan IGA turut disampaikan oleh Kepala Pusat Strategi Kebijakan Pengembangan SDM, Teknologi Informasi dan Inovasi Pemerintahan Dalam Negeri BSKDN Kemendagri RI, Dr. Ir. David Yama. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa data dukung inovasi memiliki peran penting dalam penilaian.
Ia menjelaskan bahwa inovasi tidak cukup hanya berupa konsep, melainkan harus memiliki bukti implementasi yang jelas, dampak yang terukur, serta keberlanjutan program yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Validitas dan kelengkapan data dukung menjadi indikator utama dalam menentukan tingkat kematangan inovasi daerah,” jelasnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif antara peserta dan narasumber. Perwakilan perangkat daerah tampak aktif menyampaikan berbagai praktik baik serta kendala yang dihadapi dalam pengembangan inovasi di instansi masing-masing.
Dalam kesempatan tersebut, ditegaskan bahwa untuk mencapai nilai optimal pada IGA 2026, Kabupaten Sragen menargetkan minimal 200 inovasi dalam dua tahun terakhir penilaian, atau sekitar 100 inovasi setiap tahun. Dengan jumlah 101 perangkat daerah, masing-masing diharapkan mampu menghasilkan setidaknya satu inovasi setiap tahun.
Menariknya, inovasi kini juga menjadi salah satu indikator kinerja yang berpengaruh terhadap Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP), sehingga diharapkan mampu mendorong partisipasi aktif seluruh aparatur.
Editor : Joko Piroso