get app
inews
Aa Text
Read Next : Lonjakan Pasien Pasca Lebaran, Puskesmas Sukoharjo Kebanjiran Warga Berobat

Heboh! Warung Non-Halal di Sukoharjo, Satpol PP Turun Tangan Merespon Aduan Warga

Kamis, 09 April 2026 | 21:31 WIB
header img
Dialog tim gabungan Satpol PP Sukoharjo dengan pemilik warung makan non-halal di Sudimoro, Parangjoro, Grogol.Foto:iNews/ Nanang SN

SUKOHARJO,iNewsSragen.id – Keberadaan warung makan non-halal di wilayah Kecamatan Grogol memicu kehebohan warga. Menyikapi aduan tersebut, Satpol PP Sukoharjo langsung turun tangan mendatangi lokasi usaha Mie & Babi Tepi Sawah di Sudimoro, Parangjoro, Kamis (9/4/2026) siang.

Kedatangan tim gabungan yang melibatkan DPMPTSP Sukoharjo, Disporapar Sukoharjo, serta perangkat desa setempat itu untuk menindaklanjuti laporan warga sekaligus mengecek legalitas usaha yang menjadi polemik.

Di lokasi, petugas langsung menemui pemilik usaha, Jodi Sutanto, dan melakukan dialog terbuka selama hampir satu jam yang juga disaksikan pengurus RT dan RW.

Kepala Bidang Penegakan Perundang-undangan Daerah Satpol PP Sukoharjo, Bima Hani Kusuma, menegaskan bahwa pengecekan dilakukan murni untuk merespons keresahan masyarakat.

“Tidak ada regulasi khusus yang melarang penjualan daging babi. Namun kami tetap melakukan pengecekan dokumen sebagai tindak lanjut aduan warga,” ujarnya.

Hasilnya, warung makan tersebut dinyatakan telah mengantongi izin resmi berupa Nomor Induk Berusaha (NIB) yang terdaftar melalui sistem Online Single Submission (OSS) dan telah diverifikasi oleh DPMPTSP.

Meski secara administratif dinyatakan lengkap, polemik di tengah masyarakat belum sepenuhnya mereda. Pemerintah daerah pun belum mengambil keputusan final dan memilih menempuh pendekatan dialog.

“Pemerintah akan mencari solusi terbaik atau win-win solution. Di satu sisi pelaku usaha memiliki izin, di sisi lain aspirasi masyarakat juga harus diperhatikan,” imbuh Bima.

Kepala Desa Parangjoro, Hardiman, mengungkapkan bahwa persoalan bermula dari laporan warga yang merasa kurang nyaman dengan keberadaan warung makan non-halal di lingkungan mayoritas muslim.

“Awalnya lokasi tersebut adalah kolam pemancingan. Namun sejak Maret muncul warung makan non-halal, sehingga memicu keberatan warga,” jelasnya.

Editor : Joko Piroso

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut