get app
inews
Aa Text
Read Next : Dari Kopi hingga Daun Salam, Inovasi Siswa SMK Citra Medika Sragen Warnai Hardiknas 2026

DPRD Sragen Soroti Kasus Siswa Tewas di Sumberlawang, Singgung Minimnya Pengawasan

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46 WIB
header img
Anggota DPRD Sragen dari Fraksi PDI Perjuangan yang juga menjabat Ketua Komisi IV bidang kesejahteraan rakyat, Sugiyamto. (Foto: iNews/Joko P)

SRAGEN, iNewsSragen.id - Kasus kematian seorang pelajar di SMP Negeri 2 Sumberlawang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, turut menjadi perhatian DPRD Kabupaten Sragen. Peristiwa tersebut mendorong wakil rakyat untuk menyoroti sistem pengawasan di lingkungan sekolah.

Anggota DPRD Sragen dari Fraksi PDIP yang juga menjabat Ketua Komisi IV bidang kesejahteraan rakyat, Sugiyamto, menyampaikan keprihatinannya atas kejadian tersebut. Ia menilai perlu adanya evaluasi menyeluruh, khususnya terkait pengawasan siswa saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.

Sugiyamto mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diterimanya, terdapat kondisi keterbatasan tenaga pengajar di sekolah tersebut. Dalam satu waktu, disebutkan terdapat sembilan kelas namun hanya delapan guru yang bertugas, sehingga berpotensi menimbulkan celah pengawasan.

Selain itu, ia juga menyinggung kondisi di mana sejumlah kepala sekolah merangkap tugas di lebih dari satu satuan pendidikan. Hal ini dinilai dapat memengaruhi efektivitas manajemen dan pengawasan di sekolah.

“Kondisi seperti ini perlu menjadi perhatian bersama. Jangan sampai ada kelas yang kosong tanpa pengawasan guru,” ujarnya, Jumat (10/4/2026).

Dia menambahkan, peristiwa serupa disebut bukan pertama kali terjadi. Oleh karena itu, diperlukan langkah konkret dari Dinas Pendidikan untuk memastikan sistem pengawasan berjalan optimal.

Sugiyamto juga menekankan pentingnya penguatan pendidikan karakter dan akhlak bagi siswa. Menurutnya, pembentukan perilaku tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga keluarga.

“Pendidikan budi pekerti harus diperkuat, dan orang tua juga memiliki peran penting dalam membimbing anak,” katanya.

Lebih lanjut, DPRD meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Sragen segera melakukan pembenahan, terutama dalam pengaturan penugasan guru. Dia mengingatkan agar kegiatan di luar kelas atau penugasan tambahan tidak mengakibatkan kekosongan pengawasan di ruang kelas.

“Jangan sampai karena ada tugas lain, kelas ditinggalkan tanpa pengawasan. Ini harus menjadi evaluasi serius,” tegasnya.

DPRD berharap kejadian ini menjadi momentum untuk memperbaiki sistem pendidikan, khususnya dalam aspek pengawasan dan kedisiplinan di sekolah.

Sementara itu, pihak terkait masih melakukan penanganan kasus sesuai kewenangan masing-masing. Aparat penegak hukum juga terus mendalami peristiwa tersebut guna memastikan proses berjalan secara objektif dan berbasis fakta.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi semua pihak akan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, tertib, dan kondusif bagi tumbuh kembang siswa.

Editor : Joko Piroso

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut