Jelang Iduladha 2026, Pedagang Kambing di Bantul Gandeng Difabel
Selain mendapatkan uang bulanan, para difabel juga diberi insentif tambahan berupa bonus Rp100 ribu untuk setiap kambing yang berhasil terjual.
Sebelum mulai bekerja, mereka dibekali pelatihan mengenai seluk-beluk kambing kurban, mulai dari harga, kualitas, kesehatan hewan, hingga pola pemberian pakan yang baik. Mereka juga diajarkan teknik komunikasi dan cara menawarkan produk kepada calon pembeli.
Upaya tersebut membuahkan hasil. Dalam kurun waktu sekitar satu bulan, penjualan kambing kurban di kandang tersebut telah mencapai sekitar 260 ekor, meski puncak permintaan biasanya terjadi mendekati hari raya.
Salah satu difabel yang terlibat, Ahmad Dodi, mengaku senang bisa diberi kesempatan untuk ikut serta dalam kegiatan tersebut. Ia merasa dilibatkan secara aktif dan dapat berinteraksi langsung dengan pembeli.
“Senang bisa ikut membantu. Selain dapat penghasilan, juga bisa belajar banyak tentang kambing kurban,” katanya.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat kendala di lapangan, terutama bagi difabel pengguna kursi roda yang mengalami kesulitan saat harus naik ke area kandang yang posisinya lebih tinggi.
Di sisi lain, keterlibatan difabel dalam promosi ini mendapat respons positif dari sebagian besar calon pembeli. Mereka menilai langkah tersebut tidak hanya membantu penjualan, tetapi juga memberikan nilai sosial yang kuat.
Salah satu calon pembeli, Lurida Cinta, mengaku tertarik membeli kambing di lokasi tersebut karena pelayanan yang informatif dan ramah.
“Harganya juga masih terjangkau, dan penjelasannya detail, jadi lebih yakin saat memilih,” ujarnya.
Editor : Joko Piroso