Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Polisi Gerebek Kos di Parangtritis Bantul, Dua Pria Diamankan Terkait Dugaan Konsumsi Sabu
Advertisement . Scroll to see content

Muhammadiyah dan Vatikan Sepakat Bentuk Koalisi Lintas Agama Hentikan “Perang Ekonomi” Dunia

Senin, 11 Mei 2026 | 17:35 WIB
  • author Trisna Purwoko
Muhammadiyah dan Vatikan Sepakat Bentuk Koalisi Lintas Agama Hentikan “Perang Ekonomi” Dunia
Delegasi UMY bertemu Kardinal George Jacob Koovakad di Vatikan, Roma, membahas kerja sama lintas agama untuk mendorong perdamaian dunia dan menghentikan “perang ekonomi”.Foto:iNews/Trisna P

BANTUL, iNewsSragen.id - Delegasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) bersama Kardinal George Jacob Koovakad, Prefek Dikasteri Dialog Antaragama Vatikan (Prefect of the Dicastery for Interreligious Dialogue), sepakat mendorong pembentukan koalisi organisasi keagamaan lintas tradisi untuk menghentikan economic war atau “perang ekonomi” yang dinilai memicu berbagai krisis kemanusiaan global.

Kesepakatan tersebut dicapai dalam pertemuan resmi di Vatikan, Roma, Italia, pada 5 Mei 2026. Pertemuan itu menjadi momentum penting dalam penguatan dialog antaragama dan kerja sama internasional berbasis kemanusiaan.

Rektor UMY, Prof. Dr. Achmad Nurmandi, M.Sc., mengatakan koalisi organisasi keagamaan yang dimaksud merupakan bentuk kerja sama terstruktur antara Muhammadiyah, Vatikan, dan sejumlah institusi keagamaan internasional lainnya. Kolaborasi itu diarahkan pada advokasi bersama, penyampaian pesan perdamaian, hingga aksi kemanusiaan nyata di berbagai negara.

“Kardinal menyampaikan perlunya gerakan bersama untuk menghentikan perang ekonomi di seluruh belahan dunia yang menimbulkan penderitaan umat manusia, termasuk anak-anak dan perempuan,” ujar Nurmandi di Kampus UMY, Senin (11/5/2026).

Menurutnya, Vatikan menaruh perhatian serius terhadap kondisi geopolitik dunia yang terus mengalami ketidakstabilan. Sejumlah isu yang menjadi sorotan antara lain melemahnya otoritas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), pengabaian hukum internasional, serta dominasi negara-negara besar yang dinilai berdampak pada negara-negara lemah secara ekonomi maupun militer.

Editor: Joko Piroso

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut