get app
inews
Aa Text
Read Next : Dr Tifa Diamankan Polisi, Sebut Tetap Jalani Aktivitas Akademik dari Polda Metro

Sidang Isbat Zulhijah 1447 H Digelar 17 Mei, Kemenag Pantau Hilal di 88 Titik Indonesia

Kamis, 14 Mei 2026 | 20:12 WIB
header img
Petugas melakukan pengamatan hilal menggunakan teleskop pada proses rukyatul hilal.Foto: iNews.id

JAKARTA, iNewsSragen.idKementerian Agama (Kemenag) RI akan menggelar sidang isbat penentuan awal Zulhijah 1447 Hijriah pada Minggu, 17 Mei 2026. Sidang tersebut menjadi tahapan penting dalam menetapkan awal bulan Zulhijah yang menjadi dasar penentuan Hari Raya Iduladha 1447 H di Indonesia.

Sidang isbat dijadwalkan berlangsung di Auditorium H.M. Rasjidi, Kementerian Agama RI, Jalan M.H. Thamrin Nomor 6, Jakarta, bertepatan dengan 29 Zulkaidah 1447 Hijriah.

Dalam proses penetapan tersebut, Kementerian Agama akan melakukan pemantauan hilal atau rukyatul hilal di 88 titik yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua Barat.

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Arsad Hidayat, mengatakan sidang isbat akan melibatkan berbagai unsur, mulai dari kementerian, lembaga negara, pakar astronomi, organisasi kemasyarakatan Islam hingga akademisi.

“Sidang isbat menjadi forum bersama untuk memadukan hasil hisab dan rukyatul hilal guna menetapkan awal Zulhijah 1447 H secara akurat dan dapat diterima seluruh umat Islam Indonesia,” ujar Arsad dalam keterangannya, Rabu (13/5/2026).

Selain jajaran Kementerian Agama, sidang juga akan dihadiri perwakilan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Informasi Geospasial (BIG), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Majelis Ulama Indonesia (MUI), Komisi VIII DPR RI, Tim Hisab Rukyat, pimpinan pondok pesantren, serta perwakilan negara sahabat.

Berdasarkan hasil perhitungan hisab, ijtimak atau konjungsi menjelang Zulhijah diperkirakan terjadi pada Minggu, 17 Mei 2026 sekitar pukul 03.00.55 WIB.

Saat proses rukyat berlangsung, posisi hilal di seluruh wilayah Indonesia diprediksi berada di atas ufuk dengan ketinggian berkisar antara 3 derajat 37 menit hingga 6 derajat 54 menit. Sementara sudut elongasi atau jarak sudut bulan dan matahari diperkirakan berada pada rentang 8 derajat 58 menit hingga 10 derajat 36 menit.

Kemenag menyebut pelaksanaan rukyatul hilal dilakukan secara luas guna memastikan hasil pengamatan lebih akurat. Titik pengamatan tersebar di berbagai lokasi strategis seperti observatorium, kawasan pantai, menara pemantauan, rooftop gedung hingga masjid di sejumlah daerah.

“Pemantauan hilal dilakukan secara luas di berbagai wilayah Indonesia agar hasil rukyat yang diperoleh semakin akurat dan dapat menjadi dasar pengambilan keputusan dalam sidang isbat,” kata Arsad.

Sejumlah lokasi pengamatan antara lain Observatorium Tgk Chiek Kuta Karang di Aceh, Kilometer Nol Sabang, Pantai Selat Baru Bengkalis, Pantai Tanjung Setumu Tanjungpinang, hingga sejumlah titik di Sumatera Barat seperti Puncak Langkisau, Pantai Gandoriah, dan Masjid Al-Hakim Padang.

Hasil sidang isbat nantinya akan menjadi acuan resmi pemerintah dalam menentukan awal Zulhijah sekaligus penetapan Hari Raya Iduladha 1447 H di Indonesia.

Editor : Joko Piroso

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut