get app
inews
Aa Text
Read Next : Meski Hibah Aset Belum Tuntas, Pemkab Ngawi Siap Tarik Retribusi PBN

Intervensi Laju Inflasi di Jatim, Khofifah Pamer Berbagai Program Bansos dan Pasar Murah

Sabtu, 06 Juni 2026 | 18:51 WIB
header img
Gubernur Jawa Timur, Khofifah diantara masyarakat yang menghadiri pasar murah di Ngawi, Jumat (5/5/2026).Foto:iNews/Asfi Manar

NGAWI, iNewsSragen.id  - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sepanjang Jumat siang, (5/5/2026) melakukan serangkaian kunjungan di kabupaten Ngawi, mulai dari meninjau persiapan penerimaan siswa baru di sejumkah Sekolah Menengah Atas juga menyalurkan berbagai program bantuan sosial dan mengikuti kegiatan pasar murah.

Dalam lawatanya ke Ngawi, Khofifah menyampaikan berbagai macam program bansos dan intesifikasi pasar murah demi menekan laju inflasi yang saat ini terjadi.

Setidaknya ada empat program bantuan sosial pemprov jatim yang disebut oleh khofifah, diantaranya   PKH Plus, zakat produktif, KIP Jawara dan penyaluran  DBHCT bagi para buruh pabrik rokok.

Keempat program penyaluran bantuan sosial yang diampu oleh Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur ini merinci sasaran dan nilai bantuanya yaitu, PKH Plus menyasar lansia dengan bantuan senilai Rp 500 ribu per tiga bulan, ( 2 juta / tahun ) dan esensi bantuan disabilitas sebesar Rp 900 ribu per tiga bulan ( 3,6 juta setahun ).

Kemudian ada juga program zakat produktif yang menyasar pelaku usaha ultra mikro yang menurut khofifah rentan terhadap prantek rente, dengan mendapat bantuan modal Rp 500 ribu.

"Tentang pelaku usaha ultra mikro ini paling rentang terhadap praktek rente, dan program ini sifatnya insidentil  dan kita dapat mencarinya ke Dinas Sosial setempat," terang Khofifah.

Selanjutnya penyaluran bantuan KIP Jawara , sebuah program diperuntukan bagi orang tua tunggal dimana sumber penghasilan sudah hilang hingga layak mendapatkan modal dari program ini senilai Rp 3 juta.

"KIP Jawara ini ditujukan bagi orang tua tunggal yang tulang punggung ekonominya hilang di keluarga itu, maka mereka bisa diajukan melalui Musrenbang Kabupaten untuk mendapatkan program ini," lanjutnya.

Sedangkan penyaluran DBHCT yang  diberikan bersamaan di Pendopo Wedya Graha ini, diterimakan kepada para buruh pabrik rokok sebesar Rp 1 juta langsung ke rekening masing masing.

Sementara itu, pelaksaan pasar murah yang digelar di tempat terpisah Khofifah mengatakan sebagai bagian upaya Pemprov Jatim mendekatkan terjangkauan daya beli dan pemenuhan kebutuhan dapur terutama sembako.

"Pasar murah ini yang ke 73 selama 2026, semua harga yang dijual dibawah rata rata harga eceran tertinggi di pasaran, harapanya mendekatkan jangkauan ( daya beli ) dan ketercukupan kebutuhan dapur terutama sembako masyarakat, dan ini akan terus berjalan," pungkas Khofifah, sembari melihat penyebab inflasi yang terjadi.

Editor : Joko Piroso

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut