Banyuwangi Andalkan Pariwisata sebagai Motor Pembangunan, Usung Spirit Curi Start
Budaya dan Event Internasional Dongkrak Ekonomi
Selain sektor wisata alam, Banyuwangi juga terus memperkuat sektor budaya melalui penyelenggaraan berbagai agenda berskala nasional dan internasional.
Salah satunya Banyuwangi Ethno Carnival yang masuk dalam kalender Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata dan dijadwalkan kembali digelar pada 18 Juli 2026.
Agenda budaya lainnya adalah Gandrung Sewu, pertunjukan kolosal yang melibatkan sekitar 1.500 penari pelajar di Pantai Boom. Menurut Budi, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi atraksi budaya, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi pelaku UMKM, perajin kostum, hingga masyarakat sekitar.
"Setiap penyelenggaraan acara budaya menghadirkan ribuan pengunjung. Kondisi itu memberi peluang bagi UMKM untuk meningkatkan penjualan sehingga roda perekonomian ikut bergerak," jelasnya.
Di sektor olahraga, Banyuwangi juga rutin menjadi tuan rumah International Tour de Banyuwangi Ijen, ajang balap sepeda bertaraf internasional yang masuk kalender resmi Union Cycliste Internationale (UCI).
Melalui pengembangan pariwisata, budaya, olahraga, dan inovasi berbasis potensi lokal, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi berharap daya saing daerah terus meningkat sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Editor : Joko Piroso