Sragen Uji Skema Mini Kompetisi untuk Pengadaan Seragam Gratis, Nilai Proyek Capai Rp4,16 Miliar
SRAGEN, iNewsSragen.id – Mekanisme pengadaan program seragam sekolah gratis senilai Rp4,16 miliar di Kabupaten Sragen memasuki babak baru. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sragen berencana menggunakan metode mini kompetisi melalui e-katalog, yang disebut menjadi pertama kali diterapkan dalam pengadaan barang di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen.
Rencana tersebut dikonfirmasi Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setda Sragen, M. Purwaka Adi Nugraha. Berdasarkan Rencana Umum Pengadaan (RUP), nilai pengadaan seragam bagi siswa baru SD dan SMP negeri mencapai sekitar Rp4,16 miliar.
Menurut Purwaka, berbeda dengan tahun sebelumnya yang menggunakan metode negosiasi harga di e-katalog, tahun ini Disdikbud berencana beralih ke mekanisme mini kompetisi.
"Tahun kemarin menggunakan negosiasi, tahun ini berencana menggunakan mini kompetisi. Di e-katalog memang tersedia beberapa metode, seperti negosiasi harga, mini kompetisi, maupun competitive catalogue," ujar Purwaka saat dikonfirmasi.
Ia menjelaskan, karena nilai pengadaan melebihi Rp200 juta, pelaksanaan proses pengadaan menjadi kewenangan penuh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Disdikbud Sragen, sementara LPBJ berperan memberikan pendampingan sesuai ketentuan yang berlaku.
Purwaka mengingatkan bahwa penerapan mini kompetisi untuk pengadaan barang merupakan pengalaman pertama di Kabupaten Sragen sehingga seluruh tahapan administrasi harus dilaksanakan secara cermat.
"Selama ini pengadaan melalui e-katalog di Sragen masih menggunakan metode negosiasi. Mini kompetisi untuk pengadaan barang belum pernah diterapkan, sehingga prosesnya harus benar-benar hati-hati," katanya.
Ia menambahkan, regulasi dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) selama ini mewajibkan mini kompetisi pada sektor tertentu, sedangkan untuk pengadaan barang seperti seragam sekolah masih tersedia pilihan metode sesuai ketentuan.
Sebagai langkah persiapan, tim PPK Disdikbud Sragen berencana melakukan studi tiru ke Kabupaten Boyolali yang telah menerapkan mini kompetisi dalam pengadaan seragam sekolah melalui e-katalog.
"Kami mendapat informasi teman-teman PPK Disdikbud akan belajar ke Boyolali untuk melihat proses pelaksanaannya," ujar Purwaka.
LPBJ Sragen, lanjutnya, juga akan memberikan pendampingan selama proses berlangsung, mulai dari penyusunan dokumen teknis, Harga Perkiraan Sendiri (HPS), hingga tahapan pelaksanaan di sistem e-katalog.
Pendampingan tersebut diharapkan dapat memastikan proses pengadaan berjalan sesuai ketentuan, transparan, akuntabel, serta mendukung kelancaran program bantuan seragam gratis bagi siswa baru SD dan SMP negeri di Kabupaten Sragen.
Editor : Joko Piroso