get app
inews
Aa Text
Read Next : Operasional MBG Disetop Saat Libur Sekolah, Pakar Ingatkan Pentingnya Evaluasi Menyeluruh

Harga Ayam dan Telur Mulai Naik, Dosen UMY Sebut Dampak MBG dan Berakhirnya Bulan Suro

Jum'at, 17 Juli 2026 | 18:57 WIB
header img
Dosen Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Dinda Aslam Nurul Hida, S.P., M.Si. (Foto: Istimewa).

Menurutnya, dengan anggaran Program Makan Bergizi Gratis mencapai Rp70,2 triliun dan target layanan 61,96 juta penerima manfaat, program tersebut menjadi salah satu sumber permintaan pangan terbesar di Indonesia. Kondisi itu ikut memengaruhi dinamika harga pangan, di tengah inflasi kelompok volatile food yang tercatat mencapai 6,44 persen.

Meski demikian, Dinda menilai perhatian tidak hanya perlu difokuskan pada kenaikan harga, tetapi juga pada distribusi manfaat ekonomi di sepanjang rantai pasok.

"Fokus evaluasi kita adalah transmisi harga. Kita harus memastikan apakah surplus dari kenaikan harga eceran benar-benar diterima oleh produsen di tingkat hulu atau justru berhenti di tengkulak. Efisiensi yang berkeadilan dalam rantai pasok sama pentingnya dengan peningkatan volume produksi," katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa kenaikan harga pangan tidak sepenuhnya dipicu oleh Program Makan Bergizi Gratis. Sejumlah faktor lain turut memengaruhi, seperti kenaikan biaya operasional nelayan yang berdampak pada harga ikan segar serta kendala tata niaga impor yang menyebabkan harga bawang putih meningkat di ratusan kabupaten/kota.

Untuk komoditas ayam dan telur, Dinda memperkirakan kenaikan harga bersifat sementara karena siklus produksinya relatif singkat. Namun, tekanan terhadap harga beras berpotensi berlangsung lebih lama apabila peningkatan permintaan tidak diimbangi dengan kenaikan kapasitas produksi.

"Untuk komoditas dengan siklus produksi pendek seperti ayam dan telur, ini merupakan koreksi jangka pendek menuju titik keseimbangan baru. Namun untuk beras, tekanannya cenderung lebih persisten apabila permintaan terus meningkat tanpa diimbangi ekspansi kapasitas produksi di sektor hulu," jelasnya.

Editor : Joko Piroso

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut