Laka Air di Sukoharjo, Bocah 5 Tahun Tewas Hanyut di Irigasi Bengawan Solo
Teriakan korban sempat didengar seorang saksi mata bernama Parmi (56), warga yang melintas di sekitar pintu air perbatasan Kenteng-Pancuran. Saksi melihat seorang anak mengangkat kedua tangan meminta pertolongan.
Karena tidak dapat berenang, saksi bergegas menuju Masjid Umar untuk meminta bantuan warga yang sedang menunaikan salat Zuhur. Namun saat warga tiba di lokasi, korban sudah hilang terbawa arus.
Warga kemudian bersama-sama melakukan penyisiran di sepanjang aliran irigasi. Sekira pukul 13.00 WIB, korban ditemukan mengapung dalam kondisi tersangkut di bawah sebuah jembatan, sekitar 800 meter dari lokasi awal terjatuh.
Petugas Puskesmas Mojolaban yang melakukan pemeriksaan di lokasi menyatakan, korban telah meninggal dunia. Jenazah kemudian dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga.
"Keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan murni merupakan kecelakaan air," pungkas Askolani.
Peristiwa ini menjadi peringatan bagi masyarakat, khususnya para orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat bermain di sekitar sungai maupun saluran irigasi yang memiliki arus deras dan berisiko membahayakan.
Editor : Joko Piroso