Zulhas Ultimatum SPPG MBG: Tak Serap Bahan Pangan Desa, Siap-Siap Ditutup
Zulhas menegaskan pemerintah akan melakukan evaluasi terhadap pengelola SPPG yang tidak menjalankan kebijakan tersebut.
"Kalau tidak mengambil dari desa, kita ingatkan. Dua kali kita ingatkan, tiga kali kita ingatkan. Empat kali, tutup SPPG-nya," katanya.
Dalam kunjungan itu, Zulhas didampingi Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Bupati Blora Arief Rohman, Wakil Bupati Sri Setyorini, Forkopimda, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah.
Menurut Zulhas, pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak boleh hanya terpusat di kota-kota besar. Program MBG diharapkan mampu menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di desa melalui penguatan koperasi dan usaha masyarakat.
"Tidak mungkin Indonesia maju kalau yang maju hanya Jakarta. Harus ada pusat pertumbuhan ekonomi di desa-desa. Karena itu dibentuk Koperasi Desa Merah Putih, Koperasi Nelayan Merah Putih, dan usaha-usaha desa lainnya agar rakyat ikut menikmati pembangunan," jelasnya.
Pada kesempatan tersebut, Zulhas bersama Menteri Kelautan dan Perikanan serta Menteri Desa melakukan penebaran benih lele dan panen lima kolam bioflok di KDMP Kamolan.
Lele hasil budidaya koperasi dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan empat SPPG dengan harga Rp25 ribu per kilogram dalam kondisi bersih. Volume pasokan berkisar 150 hingga 300 kilogram setiap pemesanan.
Editor : Joko Piroso