KPDI ke-17 di UMY Bahas Transformasi Perpustakaan Digital di Era Kecerdasan Buatan
Sementara itu, Penanggung Jawab KPDI ke-17, Novy Diana Fauzie, S.S., M.A., menyebut tema konferensi dipilih sebagai respons terhadap perubahan besar yang dibawa AI dalam pengelolaan informasi.
Menurutnya, kecerdasan buatan menghadirkan peluang sekaligus tantangan baru bagi perpustakaan sebagai pusat informasi, pendidikan, penelitian, dan inovasi.
"Melalui penyelenggaraan KPDI ke-17 ini, kami berharap konferensi menjadi wadah kolaborasi bagi pustakawan, akademisi, peneliti, praktisi teknologi informasi, pengembang sistem perpustakaan, serta seluruh pemangku kepentingan untuk saling berbagi pengetahuan, pengalaman, dan inovasi dalam membangun ekosistem perpustakaan digital yang adaptif, inklusif, dan berkemajuan," kata Novy.
Sebagai bentuk penguatan kompetensi peserta, KPDI ke-17 menghadirkan sejumlah program baru yang lebih aplikatif. Untuk pertama kalinya, konferensi menyediakan software clinic yang memungkinkan peserta berkonsultasi langsung mengenai repositori institusi, otomasi perpustakaan, integrasi sistem, pengelolaan data digital, hingga pengembangan layanan berbasis teknologi.
Selain itu, peserta juga mendapat kesempatan mengikuti Call for Papers, Call for Posters, lokakarya, workshop, kompetisi portal website perpustakaan, hingga cultural tour. Hasil karya ilmiah peserta juga berpeluang dipublikasikan pada jurnal nasional terakreditasi SINTA maupun jurnal internasional bereputasi Scopus.
Editor : Joko Piroso