Pemugaran Kepatihan Ngawi Dimulai, Proyek Rp1,5 Miliar Ditargetkan Kembalikan Bentuk Asli
Untuk mendukung proses pemugaran, PUPR Ngawi melibatkan tenaga ahli cagar budaya dari Trowulan. Tenaga ahli tersebut ditugaskan untuk memberikan pendampingan dalam proses persiapan dan pelaksanaan pekerjaan.
“Kita juga mensyaratkan menggandeng tenaga ahli terutama saat pemugaran dan persiapan. Perannya mendampingi proses penyusunan rancangan DED hingga selesai,” ujar Yesi.
Ditargetkan Kembali Seperti Bentuk Asli
Yesi menjelaskan, secara prinsip bangunan utama Kepatihan akan dipugar dengan mempertahankan atau mendekati bentuk aslinya.
Karena berstatus cagar budaya, penanganan bangunan dilakukan dengan mempertimbangkan material serta bagian bangunan yang perlu dipertahankan atau diganti karena faktor keamanan dan teknis.
“Untuk bangunan induk Kepatihan, targetnya adalah menjadi fungsional dan kembali seperti wujud aslinya. Karena itu semua tindakan terhadap bangunan tersebut harus sesuai dengan kajian teknis dan prinsip kehati-hatian,” katanya.
Editor: Joko Piroso