get app
inews
Aa Text
Read Next : Relawan Dapur SPPG Seso Jepon Blora Semarakkan HUT RI dengan Lomba Unik

Perhutani Blora Perketat Pembinaan Penggarap Hutan, Warga Diminta Jaga Tanaman dan Cegah Karhutla

Rabu, 02 September 2026 | 18:20 WIB
header img
Petugas Perhutani KPH Blora memberikan pembinaan kepada masyarakat penggarap lahan kawasan hutan di Petak 55 D, RPH Gendongan, BKPH Ngapus, Rabu (2/9/2026).Foto: iNews/Heri P

BLORA, iNewsSragen.idPerum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Blora memperkuat pembinaan kepada masyarakat yang menggarap lahan di kawasan hutan. Penggarap diminta ikut menjaga tanaman kehutanan, mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta menghindari aktivitas yang berpotensi merusak tanaman.

Pembinaan dilakukan Perhutani melalui Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Ngapus di Petak 55 D, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Gendongan, KPH Blora, Rabu (2/9/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Asper/KBKPH Ngapus, KRPH Gendongan, serta masyarakat Desa Tlogowungu, Kecamatan Japah, yang selama ini menggarap lahan di kawasan hutan pada petak tersebut.

Sosialisasi menjadi sarana komunikasi antara Perhutani dan masyarakat sekaligus memberikan pemahaman mengenai hak dan kewajiban penggarap dalam mengelola lahan kawasan hutan.

Asper/KBKPH Ngapus Widada, yang menyampaikan pesan Administratur/KKPH Blora, menegaskan tanaman kehutanan merupakan aset yang perlu dijaga agar dapat tumbuh optimal dan memberikan manfaat secara berkelanjutan.

Karena itu, penggarap diminta ikut menjaga tanaman kehutanan yang berada di sekitar lahan garapan. Salah satunya dengan membebaskan jalur tanaman kehutanan dari tanaman palawija.

Perhutani juga mengingatkan penggarap agar tidak menggunakan metode pembakaran saat membersihkan lahan. Cara tersebut dinilai berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan.

Selain itu, penggarap diminta berhati-hati ketika melakukan penyemprotan di sekitar tanaman kehutanan. Penggunaan bahan kimia yang tidak tepat dapat berisiko menyebabkan tanaman mengalami kerusakan hingga kematian.

“Perhutani juga mengimbau agar tidak melakukan penyemprotan yang dapat mengakibatkan kematian tanaman kehutanan. Marilah kita bersama-sama menjaga hutan supaya tetap lestari dan masyarakat juga dapat memperoleh manfaat secara berkelanjutan,” ujar Widada.

Penggarap Siap Patuhi Aturan

Salah seorang penggarap, Suparmin, warga Desa Tlogowungu, mengapresiasi pembinaan yang diberikan Perhutani. Menurutnya, arahan tersebut penting agar masyarakat memahami aturan dalam memanfaatkan lahan kawasan hutan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Perhutani atas pembinaan dan arahan yang diberikan. Kami siap mematuhi aturan yang ada demi keberlanjutan dan kelestarian hutan,” kata Suparmin.

Perhutani KPH Blora berharap komunikasi dengan masyarakat penggarap semakin baik sehingga pengelolaan kawasan hutan dapat berjalan secara tertib dan bertanggung jawab.

Kesadaran bersama untuk menjaga tanaman kehutanan, mencegah kebakaran hutan dan lahan, serta menjaga keamanan kawasan dinilai menjadi bagian penting dalam mempertahankan kelestarian hutan di wilayah BKPH Ngapus.

Dengan pengelolaan yang lebih tertib, kawasan hutan diharapkan tetap memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus terjaga keberlangsungannya untuk generasi mendatang.

Editor : Joko Piroso

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut