Pikap Mogok di Perlintasan, Tertemper KA Majapahit di Kalijambe Sragen
SRAGEN, iNewsSragen.id - Mobil pikap tertemper KA Majapahit di perlintasan sebidang Kalijambe, Sragen, Senin malam. Dua penumpang selamat setelah keluar dari kendaraan.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 23.39 WIB. Dua penumpang mobil pikap dilaporkan selamat setelah berhasil keluar dari kendaraan sebelum tertemper kereta.
Ketua PSC 119 Kabupaten Sragen, dr. Udayanti Proborini, mengatakan kedua korban telah mendapat penanganan petugas gabungan di lokasi.
Korban diketahui bernama Mukiyanto (45), warga Desa Duyungan, Kecamatan Sidoharjo, dan Sriyatun (44), warga Desa Kalimacan, Kecamatan Kalijambe.
"Kedua korban selamat karena sudah keluar dari mobil saat kendaraan tertemper kereta. Tidak mengalami luka fisik, namun mengalami syok," ujar dr. Udayanti.
Mukiyanto mengalami syok ringan. Sementara Sriyatun mengalami syok berat dan sempat pingsan setelah kejadian.
Petugas gabungan dari SPGDT PSC 119 Sukowati, PSC 119 Puskesmas Kalijambe, dan Ambulans Abimanyu kemudian mengevakuasi keduanya ke IGD RSUD dr. Soeratno Gemolong untuk mendapatkan penanganan medis.
Penanganan di lokasi juga melibatkan personel TNI, Polri, PT KAI, Redkar Sragen, Ambulans NU Gemolong, relawan Gemolong, serta warga sekitar.
KAI: Pikap Mogok di Perlintasan
Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, membenarkan adanya insiden kendaraan tertemper KA Majapahit di perlintasan sebidang tersebut.
Menurut Feni, mobil pikap mengalami mogok saat berada di perlintasan ketika KA Majapahit hendak melintas.
Seluruh awak dan penumpang KA Majapahit dilaporkan selamat dan dalam kondisi aman. Setelah penanganan insiden, perjalanan kereta dapat kembali dilanjutkan sekitar pukul 23.50 WIB.
Penanganan terhadap kendaraan selanjutnya dilakukan oleh kepolisian setempat.
Feni menyayangkan masih terjadinya insiden kendaraan tertemper kereta api di perlintasan sebidang. Ia mengingatkan masyarakat agar selalu memperhatikan keselamatan ketika akan melintasi jalur kereta api.
"Kami mengimbau masyarakat agar senantiasa berhenti sejenak untuk memastikan jalur aman sebelum melintas, serta tidak melakukan aktivitas di sekitar jalur KA karena berpotensi bahaya tinggi. Keselamatan merupakan tanggung jawab kita bersama," tegasnya.
KAI juga mengingatkan pengguna jalan untuk mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan memberikan prioritas kepada perjalanan kereta api sesuai ketentuan yang berlaku.
Insiden tersebut menjadi pengingat bagi pengguna jalan untuk memastikan kondisi kendaraan dan keamanan jalur sebelum melintasi perlintasan sebidang, terutama pada malam hari.
Editor: Joko Piroso