Tembakau dan Harapan Baru di Musim Kemarau bagi Petani Wonogiri
Pengalaman serupa juga dialami Purwanto (34), petani tembakau lainnya di Wonogiri. Sebelum menjadi petani, Purwanto sempat merantau ke Jakarta dan bekerja di perusahaan swasta.
Ia kemudian memilih pulang ke kampung halaman untuk menemani kedua orangtuanya sekaligus mengelola lahan warisan keluarga. Dari sinilah Purwanto mulai mengenal budidaya tembakau.
“Saya pulang ketika musim kemarau. Tetangga-tetangga tanam tembakau. Saya mulai belajar ikut menanam. Awalnya tidak banyak, hanya untuk belajar,” kenang Purwanto.
Purwanto kemudian mengikuti kemitraan melalui perusahaan pemasok Sampoerna. Ia mendapatkan penyuluhan, bimbingan teknis, hingga pendampingan selama proses budidaya.
“Kita dapat penyuluhan, bimbingan teknis, dan pendampingan untuk penanamannya. Mulai dari pembibitan, penanaman, bahkan sampai pascapanen pun kita masih didampingi oleh petugas lapangan.”
Editor: Suriya Mohamad Said