Tembakau dan Harapan Baru di Musim Kemarau bagi Petani Wonogiri
“Setelah panen tembakau, ada yang beli mobil keluarga buat disewain. Ada juga yang beli mobil jasa angkut barang,” imbuhnya.
Sementara itu, kemitraan dengan petani tembakau dilakukan melalui penerapan Praktik Pertanian yang Baik atau Good Agricultural Practices (GAP) dan Kode Praktik Pekerja Pertanian atau Agricultural Labor Practices (ALP).
Pendekatan tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari teknik budidaya, pengelolaan lahan dan air, pemupukan, hingga penanganan pascapanen. Aspek ketenagakerjaan juga menjadi bagian dari pendampingan, termasuk keselamatan dan kesehatan kerja, pencegahan pekerja anak, serta penghormatan terhadap hak pekerja pertanian.
Hingga kini, Sampoerna menyebut telah mendampingi lebih dari 22.500 petani tembakau dan cengkih melalui penerapan berbagai praktik pertanian dan pendampingan.
Bagi Katino dan Purwanto, tembakau bukan sekadar tanaman yang dibudidayakan saat musim kemarau. Komoditas tersebut menjadi salah satu pilihan untuk menjaga lahan tetap produktif sekaligus membuka peluang pendapatan bagi keluarga petani.
Pola tanam bergantian antara musim hujan dan kemarau juga memungkinkan petani tetap mengembangkan komoditas pangan, termasuk padi. Dengan demikian, pemanfaatan lahan dapat terus berjalan sesuai kondisi musim dan ketersediaan air.
Editor: Suriya Mohamad Said