Sementara itu, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan menyebut massa yang awalnya berunjuk rasa di sekitar Gedung DPRD Jabar dan Gedung Sate bertindak anarkistis. Mereka melempar batu, bom molotov, hingga merusak fasilitas umum.
“Di DPRD Jabar dan Gedung Sate, massa yang diduga ditunggangi oleh oknum tertentu tidak menyampaikan aspirasi melalui orasi, melainkan langsung melakukan aksi anarkistis,” kata Hendra.
Akibat kerusuhan tersebut, Wisma MPR yang merupakan bangunan cagar budaya hangus terbakar. Selain itu, satu mobil dinas Polri serta dua motor turut hangus. Aparat juga menemukan barang bukti berupa 50 karung berisi batu serta botol minuman keras yang telah dimodifikasi menjadi molotov.
Aksi anarkis berlangsung hingga sekitar pukul 02.00 WIB. Pada pukul 03.00 WIB, TNI-Polri melakukan penyisiran dan mengamankan sekitar 20 orang yang diduga terlibat. Mereka kini menjalani pemeriksaan di Polda Jabar.
Situasi Kota Bandung kini berangsur kondusif meski aparat TNI-Polri masih disiagakan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi kerusuhan lanjutan.
Editor : Joko Piroso
Artikel Terkait