Merti Umbul di Sragen Dipuji Sebagai Pelestarian Budaya, Tapi Efektifkah Atasi Krisis Air

Joko Piroso
Prosesi Merti Umbul di Sendang Butuh, Wonorejo, Sragen, digelar sebagai upaya pelestarian budaya dan kampanye penyelamatan mata air di tengah krisis air bersih.Foto:Istimewa

Sementara itu, Pamong Budaya Dinas sekaligus ketua pelaksana, Andjarwati Sri Sajekti, menekankan kekuatan kolaborasi. Acara ini juga melibatkan karang taruna, sanggar seni lokal, hingga penampil dari Filipina, Jepang, dan Ekuador. Kehadiran seniman internasional seperti Ayu Wardani dari Sanggar Omah Mili dan Sabrina dari Filipina disebut membawa daya tarik tersendiri melalui sajian tarian sakral.

Kegiatan berlangsung pukul 08.00–14.00 dengan kirab gunungan sebagai pembuka. Riuh budaya ini terasa seperti jeda emosional di tengah keresahan masyarakat akan menyusutnya mata air.

Andjarwati berharap Merti Umbul dapat memantik desa-desa lain untuk berdaya menjaga lingkungan air secara mandiri. Namun, publik menunggu sesuatu yang lebih dari seremoni: kebijakan konkret, anggaran konservasi, dan perlindungan ekosistem yang berkelanjutan.



Editor : Joko Piroso

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network