“Kalau kandang diminta tutup, tentu harus ada kompensasi. Mulai dari cari lahan baru, biaya pemindahan, sampai pengurusan izin. Membangun kandang dari awal itu butuh waktu sekitar satu tahun,” jelasnya.
Meski mengaku terbuka pada negosiasi di awal, Angga menegaskan angka Rp1 miliar merupakan batas bawah yang tidak bisa ditawar lagi. Ia juga menyebut hingga kini belum ada lokasi pengganti untuk usaha peternakannya.
“Kalau masih keberatan, ya jangan mengganggu usaha saya. Saya tetap bertahan di sini. Kalau mau pindah, seharusnya dibantu juga mencarikan lahan,” tegasnya.
Di sisi lain, pengelola SPPG Banaran, Aan Yuliatmoko, membenarkan adanya permintaan kompensasi tersebut. Ia mengaku terkejut dengan nominal yang diajukan karena pihaknya juga masih dalam tahap perintisan operasional dapur MBG.
Editor : Joko Piroso
Artikel Terkait
