Ia bahkan menyelipkan pesan lewat lagu-lagunya seperti Bangga Jadi Wong Jowo dan Ramalan Joyoboyo, yang mengingatkan perubahan zaman, termasuk pasar tradisional yang mulai sepi karena beralih ke pasar daring.
Senada, Lala Widi mengajak generasi penerus untuk tidak malu mencintai budaya sendiri. "Kita harus bangga dengan warisan leluhur. Jangan sampai budaya kita hilang,” katanya singkat namun mengena.
Pagelaran wayang ini merupakan persembahan tokoh masyarakat, Tuntas Subagyo, yang dikenal sebagai Ketua Genk Purbayan, sebuah sebutan penghormatan atas kiprah dan kontribusinya bagi desa.
Menurut Tuntas, kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Safari Ramadhan yang rutin digelar. Dimulai dari gotong royong bersih desa dan makam atau sadranan, pengajian Nuzulul Quran, festival takbir, hingga puncak nanti adalah halal bihalal.
“Purbayan ini desa transisi di pinggiran kota. Ada kekhawatiran semangat gotong royongnya luntur. Karena itu harus ada yang menggerakkan,” ujarnya.
Editor : Joko Piroso
Artikel Terkait
