Selanjutnya, terdapat Si Medis, yakni tim respons cepat medis yang menggunakan sepeda motor sehingga dapat bergerak lebih cepat memberikan pertolongan pertama jika terjadi kondisi darurat di jalur mudik.
Inovasi keempat adalah Si Bengkel, layanan hasil kolaborasi kepolisian dengan bengkel setempat yang menyediakan layanan perbaikan kendaraan selama 24 jam selama Operasi Ketupat Candi berlangsung.
Selain itu, Satlantas Polres Sragen juga menyediakan Toilet Portable di Pos Terpadu untuk meningkatkan kenyamanan pemudik yang beristirahat. Kemudian ada Si Rescue, yaitu tim penyelamat yang dilengkapi peralatan derek dan towing guna mengantisipasi gangguan kendaraan di jalan raya.
Inovasi berikutnya adalah Sibara Art Stage, sebuah panggung seni yang disediakan oleh Polisi Baik Sragen sebagai ruang apresiasi kreativitas masyarakat. Panggung ini juga akan melibatkan seniman lokal serta seniman difabel sebagai bentuk pemberdayaan seni dan hiburan bagi pemudik.
Sementara itu, perhatian publik tertuju pada inovasi kedelapan yang diberi nama MBAK DEWI. Inovasi ini merupakan akronim dari Mobile Bakti Digital Electric Vehicle Way Incident, yaitu layanan SPKLU mobile yang disiapkan khusus untuk membantu pemudik pengguna kendaraan listrik yang kehabisan daya di tengah perjalanan.
AKP Kukuh menjelaskan, layanan tersebut disiapkan seiring meningkatnya penggunaan kendaraan listrik di jalur mudik.
“Melalui inovasi MBAK DEWI, kami menyiapkan layanan SPKLU mobile bagi pemudik kendaraan listrik yang kehabisan daya di wilayah hukum Polres Sragen,” jelasnya.
Dalam mekanismenya, pemudik yang mengalami kehabisan daya dapat menghubungi hotline 110. Petugas kemudian akan mencatat identitas serta nomor WhatsApp pelapor untuk diteruskan kepada operator layanan MBAK DEWI.
Editor : Joko Piroso
Artikel Terkait
