Sapi Jantan Langka, Pedagang Bantul Berburu Pasokan hingga ke Luar Daerah

Trisna Purwoko
Petugas DKPP Bantul memeriksa kesehatan sapi kurban di kandang milik pedagang di Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul, Senin (4/5/2026). (Foto: iNews/Trisna P).

Pemantauan juga dilakukan di sejumlah kandang lain di wilayah Tirtonirmolo yang menyediakan puluhan ekor sapi kurban. Mayoritas sapi yang dijual berasal dari wilayah Rongkop, Kabupaten Gunungkidul.

Sementara itu, Ahmad Suwardi mengungkapkan bahwa permintaan sapi kurban pada Idul Adha tahun ini cenderung mengalami sedikit penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi ekonomi serta keterbatasan pasokan sapi jantan menjadi faktor penyebab.

Ia menyebut, para peternak di sejumlah daerah masih berhati-hati akibat pengalaman wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) serta penyakit lato-lato pada ternak beberapa waktu lalu.

Keterbatasan pasokan tersebut berdampak pada kenaikan harga sapi kurban. Menurut Ahmad, harga sapi saat ini naik sekitar Rp1 juta hingga Rp2 juta per ekor dibandingkan kondisi normal.

“Sekarang kisaran harga sekitar Rp25 juta sampai Rp26 juta per ekor, sebelumnya sekitar Rp24 juta,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, DKPP Bantul juga memberikan tanda pada kandang yang telah diperiksa serta menyerahkan bantuan obat cacing kepada pedagang untuk menjaga kesehatan ternak.

Langkah ini diharapkan dapat memastikan hewan kurban yang beredar di masyarakat dalam kondisi sehat, layak, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Editor : Joko Piroso

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network