Untuk mendukung kelancaran acara, panitia memberlakukan tiket masuk dengan harga Rp40.000 per orang. Tiket tersebut dapat diperoleh melalui pembelian secara daring maupun langsung di lokasi tertentu.
Pihak penyelenggara menargetkan jumlah pengunjung mencapai 5.000 hingga 7.000 orang, mengingat tingginya minat masyarakat terhadap hiburan musik serta basis penggemar artis yang cukup besar di wilayah Soloraya.
Lebih dari sekadar hiburan, Pusparona Fest juga membawa misi memperkuat identitas budaya daerah. Heni berharap kegiatan ini dapat menjadi momentum untuk mengenalkan potensi seni dari wilayah Sragen Barat yang selama ini dinilai belum banyak mendapat perhatian.
“Di wilayah seperti Gemolong dan Kalijambe banyak potensi seni, terutama sanggar tari. Kami ingin menunjukkan bahwa daerah ini juga memiliki kekuatan budaya yang patut diapresiasi,” pungkasnya.
Dengan konsep yang memadukan kearifan lokal dan hiburan modern, Pusparona Fest 2026 diharapkan menjadi ruang ekspresi sekaligus ajang promosi budaya bagi masyarakat Sragen.
Editor : Joko Piroso
Artikel Terkait
