BANTUL, iNewsSragen.id — Suasana berbeda mewarnai peringatan Hari Kebangkitan Nasional sekaligus menyambut Hari Raya Iduladha di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Forum Ta’aruf Indonesia (Fortais) Sewon kembali menggelar program Nikah Bareng bertajuk “Mbalek Ndeso 2” dengan konsep unik bernuansa pedesaan, Rabu (20/5/2026).
Kegiatan yang diikuti tujuh pasangan pengantin tersebut menghadirkan prosesi tidak biasa. Sebelum menjalani akad nikah, para calon pengantin dikirab berjalan kaki menyusuri area persawahan menuju lokasi ijab kabul.
Kirab berlangsung menempuh jalur persawahan sepanjang kurang lebih 200 meter. Dengan mengenakan busana adat Jawa lengkap beserta para pengiring, rombongan pengantin berjalan menuju lokasi acara di Dusun Geneng, Kecamatan Sewon, Bantul.
Keunikan semakin terasa karena satu pasangan pengantin mengikuti prosesi menggunakan gerobak traktor yang kemudian juga dijadikan lokasi pelaksanaan ijab kabul.
Tak hanya itu, pengiring pengantin juga membawa mahar unik berupa sepasang ayam dan hasil pertanian segar. Konsep tersebut sengaja dihadirkan sebagai simbol ketahanan pangan sekaligus mengenalkan nilai kehidupan pedesaan kepada pasangan pengantin.
Ketua Fortais Sewon Bantul, Ryan Budi Nuryanto, menjelaskan kirab pengantin menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Nikah Bareng “Mbalek Ndeso 2” yang digelar bekerja sama dengan Kantor Urusan Agama (KUA) Sewon dan sejumlah pihak pendukung.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menghadirkan konsep pernikahan yang berbeda, tetapi juga bertujuan membantu masyarakat yang ingin menikah namun terkendala biaya.
Prosesi pernikahan juga dibuat sederhana dengan nuansa tradisional Jawa. Sebelum memasuki lokasi akad nikah, rombongan pengantin disambut pertunjukan Tari Edan-Edanan yang dikenal masyarakat Jawa sebagai simbol tolak bala.
Tujuh pasangan peserta yang berasal dari Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah hingga Banten itu menjalani ijab kabul secara bergantian di hadapan petugas KUA Sewon.
Pelaksanaan akad nikah di atas gerobak traktor menjadi daya tarik tersendiri karena kendaraan tersebut biasanya digunakan petani untuk mengangkut hasil panen dari sawah.
Program Nikah Bareng Fortais sendiri telah beberapa kali diselenggarakan. Selain memberikan fasilitas akad nikah gratis, peserta juga memperoleh cincin pernikahan, mahar, rias pengantin, resepsi sederhana hingga paket bulan madu yang disediakan penyelenggara.
Ryan menjelaskan penggunaan ayam sebagai mahar memiliki pesan khusus. Ayam tersebut diharapkan dapat dipelihara dan dikembangkan sehingga memberi manfaat ekonomi bagi pasangan pengantin.
Selain membantu masyarakat, kegiatan ini juga diharapkan menjadi sarana memperkenalkan Bantul sebagai lokasi pernikahan dengan konsep unik, tradisional, dan berkesan.
Bagi para peserta, prosesi pernikahan tersebut menjadi pengalaman sakral sekaligus momen yang sulit dilupakan karena berlangsung dalam suasana sederhana namun sarat makna.
Editor : Joko Piroso
Artikel Terkait
