SRAGEN, iNewsSragen.id - Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 di Kabupaten Sragen resmi ditutup dengan capaian maksimal, Kamis (21/5/2026). Seluruh target pembangunan, baik sasaran fisik maupun nonfisik, berhasil diselesaikan 100 persen sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa sekaligus memperkuat pembangunan berbasis gotong royong.
Keberhasilan program tersebut mendapat apresiasi dari Kasdam IV/Diponegoro Brigjen TNI Andhy Kusuma yang menilai sinergi antara TNI, pemerintah daerah, Polri, dan masyarakat menjadi faktor utama keberhasilan pelaksanaan TMMD di Sragen.
Dalam keterangannya usai penutupan kegiatan, Brigjen TNI Andhy Kusuma menyampaikan rasa syukur karena seluruh program yang direncanakan dapat diselesaikan sesuai target.
Sejumlah pembangunan fisik yang telah dirampungkan meliputi pengecoran jalan desa, pembangunan talud, rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), pembangunan instalasi air bersih, hingga berbagai fasilitas penunjang lainnya yang diharapkan mampu meningkatkan akses dan kualitas hidup masyarakat.
"Alhamdulillah seluruh sasaran utama telah selesai dilaksanakan. Ada pembangunan jalan, talud, rehab RTLH, instalasi air bersih, dan beberapa kegiatan lainnya," ujar Brigjen TNI Andhy Kusuma.
Selain pembangunan fisik, TMMD Reguler ke-128 juga menyasar kegiatan nonfisik melalui berbagai penyuluhan, edukasi, sosialisasi, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di wilayah pedesaan.
Menurutnya, kegiatan nonfisik menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran masyarakat sekaligus memperkuat hubungan antara TNI dan warga.
"Kami berharap kegiatan ini membawa manfaat nyata bagi masyarakat serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat," tambahnya.
Kasdam juga mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga dan merawat seluruh hasil pembangunan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Selain membahas capaian TMMD, TNI juga menegaskan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Melalui peran aktif Babinsa di lapangan, pendampingan dilakukan kepada petani mulai dari proses tanam, masa perawatan, panen hingga proses penyerapan hasil pertanian.
Pendampingan tersebut bertujuan memastikan petani memperoleh hasil maksimal sekaligus menjaga stabilitas harga dan distribusi hasil panen melalui kerja sama dengan Bulog.
"Babinsa terus mendampingi petani mulai dari tanam hingga panen, termasuk membantu penyerapan hasil agar petani mendapatkan harga yang layak," jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Brigjen TNI Andhy Kusuma juga menyinggung perkembangan program Koperasi Desa Merah Putih di Jawa Tengah. Hingga saat ini, ribuan titik pembangunan telah mencapai tahap penyelesaian dan sebagian sudah mulai beroperasi.
Khusus di Kabupaten Sragen, pembangunan Koperasi Desa Merah Putih menunjukkan progres signifikan. Sekitar 100 titik disebut telah siap dan direncanakan segera diluncurkan dalam waktu dekat.
Kasdam turut memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sragen atas dukungan penuh selama pelaksanaan TMMD, termasuk dukungan anggaran dan keterlibatan berbagai organisasi perangkat daerah.
Ia berharap kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, Polri, dan masyarakat dapat terus terjaga untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan.
"Semoga semangat kebersamaan dan kolaborasi ini terus terjalin demi membangun daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.
Editor : Joko Piroso
Artikel Terkait
