Menurutnya, indikator International Research Network dalam QS menilai jumlah negara mitra serta keberlanjutan kerja sama riset yang menghasilkan publikasi bersama.
UMY, lanjut Slamet, membangun jejaring riset secara terstruktur dengan mendorong kolaborasi bersama berbagai institusi luar negeri yang menghasilkan karya ilmiah bersama.
“Kami menargetkan jejaring yang tidak hanya luas, tetapi juga menghasilkan kolaborasi yang aktif dan berkelanjutan,” jelasnya.
Peningkatan jejaring riset tersebut sejalan dengan pertumbuhan publikasi ilmiah UMY pada periode 2020–2024. Kenaikan jumlah publikasi terjadi di berbagai bidang ilmu.
Bidang Natural Sciences serta Life Sciences & Medicine mencatat pertumbuhan jumlah publikasi tertinggi. Sementara bidang Arts & Humanities menunjukkan peningkatan dampak sitasi yang signifikan.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa peningkatan jumlah publikasi UMY juga diikuti dengan peningkatan kualitas dan pengakuan dari komunitas akademik internasional.
Editor : Joko Piroso
Artikel Terkait
