Sri Sultan HB X Sebut Sragen Saudara Tua DIY, Jejak Lahirnya Kasultanan Yogyakarta

Joko Piroso
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyampaikan sambutan pada Muhibah Budaya di Kabupaten Sragen, Kamis (9/7/2026) malam.Foto: Istimewa

Menurut Sri Sultan, nilai-nilai budaya Mataram tidak pernah dibatasi oleh wilayah administratif meski terjadi pembagian wilayah pasca-Perjanjian Giyanti.

"Daerah Istimewa Yogyakarta memang menjadi salah satu pusat budaya Mataram dengan ratusan benda cagar budaya. Namun nilai Mataraman tetap hidup di berbagai daerah, termasuk di Bumi Sukowati," katanya.

Melalui Muhibah Budaya, Sri Sultan berharap hubungan sejarah dan budaya antara Yogyakarta dan Sragen dapat terus diperkuat, tidak hanya melalui kegiatan seremonial, tetapi juga lewat kajian sejarah, sarasehan, hingga pertunjukan seni budaya.

Dalam pidatonya, Sri Sultan juga mengutip petikan Serat Sastrogending yang mengajak keturunan Mataram untuk terus memegang kebijaksanaan, menjalankan laku utama, dan menjaga warisan budaya para leluhur.

Di akhir sambutannya, Sri Sultan menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sragen atas penyelenggaraan Muhibah Budaya yang dinilai menjadi momentum mempererat kembali ikatan sejarah kedua daerah.

Editor : Joko Piroso

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network