SOLO, iNewsSragen.id – Pemerintah Kota Surakarta meluncurkan Program #SungaiLestari dengan target menangani 1.000 ton sampah di wilayah Solo, Jumat (10/7/2026). Program kolaboratif tersebut difokuskan untuk mengurangi pencemaran sampah di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kali Premulung sekaligus memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat, tanpa membebani Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo.
Program bertajuk Sungai Lestari ini menyasar wilayah hulu di kawasan Pajang, Kecamatan Laweyan, hingga area hilir di Kecamatan Serengan, yakni kawasan Joyotakan dan Danukusuman.
“Target kami sampai menangani 1.000 ton sampah yang dibagi di dua titik tersebut. Skema yang dikerjakan adalah sampah yang diambil dari sungai akan langsung dipilah dan diolah oleh mitra lokal, sehingga harapannya tidak dikirim ke TPA Putri Cempo,” tegas Herwin.
Melalui pilot project ini, Pemkot Surakarta membidik tambahan pengurangan volume sampah harian hingga 5 persen. Selain membersihkan limbah domestik di aliran air, program ini juga mengintegrasikan pengelolaan sampah rumah tangga berbasis hulu guna mendorong penguatan ekonomi sirkular di tengah masyarakat.
Terkait pengawasan warga yang masih membuang sampah ke sungai, pihaknya menekankan pentingnya pendekatan edukasi terstruktur ketimbang langsung menerapkan sanksi hukum.
Editor : Joko Piroso
Artikel Terkait
