Dampak jangka panjang dari bersihnya Kali Premulung ini juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas sanitasi dan kesehatan lingkungan, termasuk berkontribusi pada penurunan angka kekerdilan atau stunting pada anak di sekitar bantaran sungai melalui penyediaan akses air bersih yang lebih higienis.
Sementara itu, National Project Manager UNDP sekaligus Koordinator Tim Sekretariat Tim Koordinasi Nasional Penanganan Sampah Laut Ahmad Bahri Rambe menjelaskan program Sungai Lestari ini diinisiasi secara komprehensif dengan dukungan dari Kemenko Pangan serta Kementerian Lingkungan Hidup.
Surakarta terpilih sebagai satu dari lima wilayah percontohan di Indonesia bersama Surabaya, Sidoarjo, Bekasi, dan Bali.
“Kami memilih lima lokasi ini dengan harapan bisa menjadi pilot project bagi 514 kota/kabupaten lainnya di Indonesia dalam menerapkan sistem pengelolaan sampah yang lebih baik, sekaligus mencegah kebocoran sampah dari darat menuju laut,” katanya.
Ia menambahkan program yang direncanakan berjalan hingga tahun 2027 ini menggunakan pendekatan berbasis kinerja (performance-based). UNDP bermitra dengan organisasi masyarakat sipil (CSO) lokal seperti Pelopor dan Bintari, yang kinerjanya akan dievaluasi secara berkala untuk mendapatkan insentif.
Dalam pelaksanaannya di lapangan, para mitra lingkungan tersebut akan menggerakkan relawan, komunitas peduli sungai, hingga jaringan bank sampah setempat.
“Dengan terbangunnya kelembagaan yang kuat dan dukungan penuh dari seluruh lapisan masyarakat serta Pemda, kami optimistis hingga 2027 nanti sungai-sungai ini menjadi lebih bersih, indah, dan lestari,” ujarnya
Editor : Joko Piroso
Artikel Terkait
