Sementara itu, perwakilan Masjid Al Falah Sragen, Kusnadi, mengatakan pihaknya siap mendampingi peserta melalui jejaring Sekolah Bisnis Sragen yang selama ini telah membina ratusan pelaku usaha.
Menurutnya, pengembangan usaha harus disesuaikan dengan potensi lokal masing-masing wilayah, mulai dari sektor pertanian, peternakan, perikanan, hingga perdagangan.
Ia mencontohkan salah satu masjid peserta tahun lalu yang mengembangkan usaha penyewaan lahan pertanian sehingga mampu menghasilkan pendapatan puluhan juta rupiah setiap tahun. Ada pula masjid yang mengelola usaha berbasis potensi lokal dan mampu menopang operasional masjid tanpa hanya mengandalkan infak jamaah.
Direktur Utama PT BPRS Sukowati Sragen, Fakhruddin Nur, menambahkan pihaknya bersama Baznas akan mendukung pembiayaan dan pendampingan usaha bagi peserta terpilih.
Menurutnya, Program Masjid Preneur juga mendapat apresiasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai bagian dari program percepatan akses keuangan daerah yang mendukung peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat.
Melalui program tersebut, Pemkab Sragen berharap semakin banyak masjid yang mampu menjadi pusat kegiatan ekonomi produktif sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat di lingkungan sekitarnya.
Editor : Joko Piroso
Artikel Terkait
