Tradisi Suro di Bantul, Bupati Pimpin Jamasan Tombak Pusaka Kyai Hagnya Murni

Trisna Purwoko
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih memimpin prosesi jamasan Tombak Pusaka Kyai Hagnya Murni di Pendopo Rumah Dinas Bupati Bantul

BANTUL, iNewsSragen.idPemkab Bantul menggelar tradisi tahunan jamasan Tombak Pusaka Kyai Hagnya Murni dalam rangka menyambut Bulan Suro, Rabu (15/7/2026).

Prosesi yang berlangsung di kompleks Rumah Dinas Bupati Bantul ini diawali dengan kirab Tombak Pusaka Kyai Hagnya Murni bersama dua songsong atau payung pusaka, lima tombak pendamping, serta 17 tombak pusaka milik kapanewon di Kabupaten Bantul. Iring-iringan abdi dalem kemudian memasuki bangsal pendopo untuk melaksanakan prosesi jamasan.

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih memimpin langsung prosesi pembersihan Tombak Pusaka Kyai Hagnya Murni. Pada prosesi tersebut, mata tombak dibersihkan menggunakan kuas untuk menghilangkan kotoran, kemudian diolesi minyak khusus sebagai bagian dari perawatan agar tidak berkarat dan tetap terjaga kondisinya.

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul, Yanatun Yunadiana, mengatakan tradisi jamasan pusaka merupakan salah satu upaya pelestarian budaya yang diwariskan para leluhur. Kegiatan tersebut rutin dilaksanakan setiap Bulan Suro sebagai bagian dari tradisi masyarakat Jawa dalam merawat benda-benda pusaka.

Menurutnya, Tombak Pusaka Kyai Hagnya Murni merupakan salah satu pusaka Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat yang diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Bantul oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X, bersamaan dengan dua songsong pusaka dan lima tombak pendamping.

Selain sebagai bentuk perawatan fisik terhadap pusaka, prosesi jamasan juga memiliki makna simbolis. Dalam tradisi masyarakat Jawa, Bulan Suro menjadi momentum untuk membersihkan diri, melakukan introspeksi, serta memperbarui niat dalam menjalani kehidupan pada tahun berikutnya dengan lebih baik.

Pada pelaksanaan tahun ini, prosesi jamasan tidak hanya dilakukan terhadap Tombak Pusaka Kyai Hagnya Murni beserta tombak pendamping, tetapi juga terhadap 17 tombak pusaka milik kapanewon se-Kabupaten Bantul. Selain itu, sebanyak 15 tombak Pamor Budaya milik kalurahan yang telah berstatus Kalurahan Mandiri Budaya juga turut menjalani prosesi yang sama.

Melalui penyelenggaraan tradisi tahunan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bantul berharap nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang diwariskan leluhur dapat terus dilestarikan sekaligus dikenalkan kepada masyarakat, terutama generasi muda, sebagai bagian dari identitas budaya Yogyakarta.

Editor : Joko Piroso

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network