Bertahan di Tengah Zaman, Perajin Tatah Sungging Wayang Kulit Bantul Ini Karyanya Tembus Mancanegara

Trisna Purwoko
Subandi Giyanto (68), perajin tatah sungging wayang kulit asal Dusun Gendeng, Bangunjiwo, Bantul.Foto: iNews/Trisna P

Bagi Subandi, usia bukan alasan untuk berhenti berkarya. Ia tetap mempertahankan teknik melukis secara manual sebagai bentuk komitmen menjaga warisan budaya agar tidak tergerus perkembangan zaman.

Menurutnya, setiap tokoh wayang yang dituangkan dalam lukisan tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga mengandung filosofi kehidupan dan dapat menjadi media penyampaian pesan sosial kepada masyarakat.

Ketekunannya selama puluhan tahun membuahkan hasil. Karya-karyanya, baik berupa wayang kulit, lukisan kanvas maupun lukisan kaca, tidak hanya diminati kolektor dalam negeri, tetapi juga telah menjadi koleksi pecinta seni dari berbagai negara.

Dalam proses pembuatannya, setiap karya membutuhkan waktu berbeda-beda sesuai tingkat kerumitan. Untuk sebuah lukisan wayang di atas kanvas, misalnya, Subandi memerlukan waktu sekitar dua bulan hingga selesai.

Sementara itu, melukis di atas kaca memiliki tingkat kesulitan lebih tinggi karena seluruh proses dilakukan dari sisi belakang kaca dengan teknik terbalik. Ketelitian dan pengalaman menjadi kunci agar hasil akhir sesuai dengan rancangan.

Editor : Joko Piroso

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network