Bertahan di Tengah Zaman, Perajin Tatah Sungging Wayang Kulit Bantul Ini Karyanya Tembus Mancanegara

Trisna Purwoko
Subandi Giyanto (68), perajin tatah sungging wayang kulit asal Dusun Gendeng, Bangunjiwo, Bantul.Foto: iNews/Trisna P

BANTUL, iNewsSragen.id – Di usia 68 tahun, Subandi Giyanto masih setia menekuni seni tatah sungging wayang kulit sekaligus mengembangkan lukisan wayang di Bantul.

Subandi mulai mengenal dunia tatah sungging sejak 1965. Ketertarikannya muncul karena sejak kecil ia sering memperhatikan ayahnya yang berprofesi sebagai perajin wayang kulit berbahan kulit kerbau. Dari proses belajar secara turun-temurun itulah kemampuan membuat wayang kulit terus diasah hingga menjadi mata pencaharian sekaligus pengabdian terhadap budaya.

Seiring berjalannya waktu, permintaan terhadap wayang kulit tidak lagi sebesar dulu. Kondisi tersebut mendorong Subandi untuk berinovasi agar tetap dapat berkarya tanpa meninggalkan akar tradisi.

Ia kemudian mengembangkan seni lukis bertema tokoh-tokoh pewayangan dengan pendekatan yang lebih modern. Selain melukis di atas kanvas, Subandi juga menguasai teknik melukis pada media kaca, salah satu keterampilan yang kini semakin langka.

Berbagai karya tersebut mengantarkannya meraih sejumlah penghargaan dari pemerintah serta dipercaya mengikuti berbagai pameran dan kegiatan seni budaya di berbagai daerah.

Editor : Joko Piroso

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network